Sejarah Kawasan TNGHS

Sejarah Kawasan TNGHS bermula dari penunjukan Gunung Halimun, Gunung Salak, Gunung Endut serta kawasan hutan di sekitarnya sebagai salah satu taman nasional di Indonesia.

Sejarah Kawasan TNGHS

Hal ini di lakukan karena kawasan TNGHS ini mempunyai karakteristik kawasan pegunungan yang masih memiliki ekosistem hutan hujan tropis di Jawa.

Baca Juga : Kawah Ratu, Surga Tersembunyi di Gunung Salak

Kawasan TNGHS ini selain berfungsi sebagai kawasan penangkapan air juga merupakan tempat tinggal habitat satwa yang unik seperti Owa Jawa, Elang Jawa dan Macan Tutul.

Secara historis, kawasan TNGHS sudah menjadi kawasan lindung dalam tradisi masyarakat setempat.

Sejarah Kawasan TNGHS

Sedangkan secara administrasi sama halnya dengan Taman Nasional lainnya di Indonesia, TNGHS lahir dari perubahan beberapa status, yaitu ;

1924 1934Status sebagai hutan lindung di bawah pemerintah Belanda dengan luas mencakup 39, 941 hektar
1935 1961Status cagar alam di bawah pengelolaan pemerintah Belanda dan Republik Indonesia Djawatan Kehutanan Jawa Barat
1961 1978Status cagar alam di bawah pengelolaan Perum Perhutani Jawa Barat
1979 1990Status Cagar Alam di bawah pengelolaan BalaiKonservasi Sumber Daya Alam III, yaitu Sub BKSDA Jawa Barat I
1990 1992Status Cagar Alam, di kelola oleh Taman Nasional Gede Pangrango
1992 1997Status Taman Nasional di bawah pengelolalaan Taman Nasional Gede Pangrango
1997 2003Status Taman NAsional di bawah Pengelolaan Balai Taman Nasional Gunung Halimun, setingkat eselon III
2003Status penunjukan kawasan menjadi Taman NAsional Gunung Halimun Salak dengan luas 113.357 hektar.

Nah, demikian sedikit informasi terkait sejarah Kawasan TNGHS yang saat ini menjadi salah satu Taman Nasional terluas di Asia dan telah menjadi salah satu kawasan konservasi alam terbaik kelas dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *