Misteri Jamur Bercahaya Di TNGHS

Artikel tentang Misteri Jamur bercahaya di TNGHS ini akan mengupas rahasia di balik salah satu keajaiban alam yang ada di Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Misteri Jamur Bercahaya Di TNGHS

Kita pasti pernah melihat jamur, baik itu jamur yang bisa di makan ataupun jamur yang tumbuh di antara kayu yang lapuk.

Tapi tahukah Anda jika di Taman Nasional Gunung Halimun Salak, tepatnya di area pusat penelitian stasiun Cikaniki terdapat jamur yang bisa mengeluarkan cahaya di malam hari.

Jamur bercahaya yang terdapat di sekitar stasiun penelitian Cikaniki, Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) umumnya di jumpai pada kayu atau ranting pohon Rasamala yang telah mati.

Banyak pengunjung yang datang ke Stasiun Penelitian Cikaniki merasa takjub saat melihat jamur tersebut secara langsung.

Cahaya jamur yang menyala pada dasarnya karena sifat bioluminescence terjadi ketika enzim luciferase dan bahan kimia luciferin bereaksi.

Elemen ketiga perlu di keluarkan untuk menghasilkan reaksi ini dan jenisnya bervariasi tergantung jenis hewan atau tumbuhan tersebut (ATP, Kalsium, Peroksida atau Phosfor).

Hasil dari reaksi ketiga elemen tersebut adalah energi dalam bentuk cahaya yang kita lihat dalam gelap.

Fungsi dari efek bersinar dalam gelap ini sangat jelas bagi beberapa species, misalnya bagi kunang-kunang yang mengeluarkan cahaya untuk menarik pasanganya, namun bagi jamur hingga kini fungsi fenomenal tersebut masih merupakan sebuah misteri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *